Pengunjung Minggu Ini

Ads Link

Stat & Directory

Email Subscriptions

Link Sahabat

My Traffic

Blog Info

Daftar Isi

Iklan

Diberdayakan oleh Blogger.

Postingan Populer

Translator

Minggu, 25 November 2012

Ilmuwan Temukan Bukti Adanya Danau di Planet Mars

Bekas sumber air terbesar di Mars direkam Juli 2008--RTRS
Ngarai dalam dan panjang serta bekas pantai barangkali merupakan bukti paling jelas mengenai keberadaan danau di permukaan Mars –yang diduga pernah berisi air tapi kini sudah kering, kata beberapa ilmuwan, Rabu (18/6).
“Gambar dari sebuah kamera High Resolution Imaging Science Experiment di pesawat Reconnaissance Orbiter menunjukkan air memotong ngarai sepanjang 50 kilometer,” kata tim ilmuwan di University of Colorado, Boulder.
Bekas sumber air terbesar di Mars direkam Juli 2008--RTRSDanau itu diduga memiliki ukuran 200 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter, tulis para peneliti tersebut di jurnal Geophysical Research Letters.
Sekarang tak ada perdebatan bahwa air memang ada di permukaan Mars –robot peneliti telah menemukan es. Juga ada bukti bahwa air mungkin masih merembes ke permukaan dari bawah tanah, kendati air itu segera hilang akibat cuaca dingin, asmosfir tipis Planet Merah tersebut.
Beberapa ilmuwan peneliti planet juga telah melihat apa yang boleh jadi merupakan tepi sungai raksasa dan laut –tapi sebagian bentuk itu juga dapat diperdebatkan dan diduga terbentuk oleh longsoran tanah kering. “Ini adalah bukti pertama yang tak meragukan mengenai garis pantai di permukaan Mars,” kata Gaetano Di Achille, yang memimpin studi tersebut.
“Pengidentifikasian jalur pantai dan bukti ekologi yang menyertai memungkinkan kami menghitung ukuran dan volume danau itu, yang tampaknya terbentuk sekitar 3,4 juta tahun lalu,” kata Di Achille dalam satu pernyataan.
Air adalah kunci bagi kehidupan dan para ilmuwan mencari dengan sia-sia bukti mengenai kehidupan, baik pada waktu lalu maupun sekarang, di Mars. Keberadaan air di planet itu juga dapat bermanfaat bagi peneylitian manusia pada masa depan.
“Di Bumi, delta dan danau adalah pengumpul yang sangat bagus dan pelestari tanda kehidupan masa lalu,” kata Di Achille. “Jika kehidupan pernah ada di Mars, delta mungkin menjadi kuncil guna membuka rahasia biologi masa lalu di Mars,” kata Di Achille.
“Bukan hanya penelitian ini membuktikan bahwa ada sistem danau yang lama hidup di Mars, tapi kita juga dapat melihat bahwa danau yang terbentuk setelah kondisi hangat, basah diduga telah hilang,” kata asisten profesor, Brian Hynek.
Danau tersebut barangkali telah menguap atau membeku selama perbuahan iklim singkat, kata para peneliti itu. “Airnya diduga telah berubah menjadi uap.. Tak seorang pun mengetahui apa yang mengubah Mars dari planet yang hangat dan lembab menjadi seperti sekarang — gurun beku tanpa udara.
bukan terselubung

Ekosistem Prasejarah di Sebuah Lubang di Israel

Akademi ilmu pengetahuan Israel menemukan binatang tak bertulang 
belakang dan jenis udang-udangan tak bermata yang mirip kalajengking
Akademi ilmu pengetahuan Israel menemukan binatang tak bertulang belakang dan jenis udang-udangan tak bermata yang mirip kalajengking
Akhir Mei lalu, ilmuwan Israel menyatakan bahwa mereka telah menemukan susunan ekosistem prasejarah jutaan tahun silam. Informasi yang dilansir Reuters dari Yerusalem menyebutkan bahwa di sebuah tambang batu dekat pusat Kota Ramle di Israel, para ilmuwan memastikan telah menemukan sebuah lingkungan hidup liar yang terisolasi sekian lama dengan dunia luar. Ketika itu para pembor batu melihat sebuah lubang, selanjutnya mereka segera memanggil ilmuwan biologi untuk menyelidikinya.
Dalam waktu relatif singkat, para peneliti menemukan 8 jenis binatang tak bertulang belakang dan udang-udangan seperti kalajengking yang belum pernah ditemui sebelumnya di tempat itu. Ahli Biologi dari Universitas Ibrani, Yerusalem yakni Doktor Hanan Dimantman mengatakan, “Saat ini di ditemukan 8 jenis binatang yang belum pernah ditemui ilmuwan sebelumnya di dalam gua tersebut. mungkin di sebagian kawasan Israel yang tenggelam di Laut Mediterania pada 5 juta tahun silam, susunan ekosistem di lubang tersebut sudah ada!”
udang-prasejarah
Gua tersebut tidak mengandung air dan zat makanan yang merembes dari celah batuan di atas, sama sekali terisolasi dengan dunia luar. Ilmuwan yakin bahwa selama jutaan tahun lamanya ia tetap dalam keadaan semula. Peneliti mendapati semua jenis binatang yang ada di sana tidak memiliki mata.
Menurut Dimantman bahwa sample bintang-binatang yang ditemukan di gua tersebut sudah di kirim ke laboratorium untuk dites DNA, dan didapati bahwa mereka semua merupakan spesies yang unik. Setelah ilmuwan melakukan pemeriksaan yang lebih cermat dan teliti, lubang masuk gua tersebut telah ditutup.
Dimantman menuturkan, “Ini adalah sebuah lubang yang sangat baik yang di dalamnnya terdapat aneka jenis makhluk hidup.”
bukan terselubung

Tanpa Disadari, Iran Berada Di Bawah Naungan Presiden Yahudi

Mehdi Khazali, putra tokoh konservatif Ayatollah Abu Al-Kassam Khazali, membuat tulisan mengejutkan di situs internet pribadinya. Dalam tulisannya, dia mengatakan bahwa dirinya mengetahui sebuah fakta yang mengejutkan. Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad memiliki garis keturunan Yahudi.
Khazali mencatat bahwa Ahmadinejad mengubah nama keluarganya. Aslinya, nama keluarganya adalah Saborjhian, dia mengatakan bahwa akar keluarga Saborjhian di kota Aradan masih harus terus diselidiki.
Khazali mengatakan bahwa Ahmadinejad mengubah nama Yahudinya di kartu tanda pengenal untuk menyembunyikan akar keturunan dan darah Yahudi yang mengalir dalam dirinya.
Para kerabat Ahmadinejad telah mengatakan kepada harian Inggris, The Guardian, sesaat setelah dia terpillih sebagai presiden Iran dulu, bahwa keluarganya memutuskan untuk mengganti nama keluarga. Alasan penggantian nama keluarga tersebut adalah gabungan antara “alasan keagamaan dan alasan ekonomi.”
“Dengan pergantian nama keluarga tersebut, nama yang baru seolah mempelihatkan sebuah keluarga Islam taat dari kelas pekerja untuk kepentingan politik populis Ahmadinejad,” demikian tulis wartawan Robert Tait di harian The Guardian. Nama Saborjhian sendiri berasal dari kata benang berwarna – berasal dari kata Sabor dalam bahasa Farsi – sebuah pekerjaan yang umum dan sederhana dalam industri karpet di propinsi Semnan, daerah Aradan. Ahmad, sebaliknya, merupakan nama yang juga dipergunakan juga untuk menyebut Nabi Muhammad dan artinya berbudi luhur, nejad berarti ras dalam bahasa Farsi, jadi Ahmadinejad bisa diartikan umat Muhammad yang berbudi luhur.
Meski selama ini dikenal sering melontarkan kata-kata makian yang kasar dan pedas terhadap Yahudi Israel, Khazali mengatakan bahwa presiden Iran tersebut bermaksud menyembunyikan fakta bahwa dirinya adalah seorang yang berdarah Yahudi. Oleh karena itu, Ahmadinejad seringkali “menyerang” Israel dan kaum Yahudi, untuk menciptakan kesan bahwa dirinya adalah seorang Muslim yang memegang teguh keyakinannya.
Ucapan Khazali tersebut dimuat dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Khazali sendiri yang berjudul, “Yahudi di Iran”. Di dalamnya, dia mengatakan bahwa waktunya telah tiba untuk mengungkapkan kebenaran mengenai peranan Yahudi di Iran.
Komunitas Yahudi di Iran merupakan komunitas Yahudi terbesar di Timur Tengah, selain di Israel tentunya, dengan jumlah populasi yang mencapai 20.000 orang. Meski kaum Yahudi hanya hidup dalam standar kehidupan rata-rata, namun mereka sama sekali tidak mau beranjak dari Iran.
Komunitas Yahudi Iran adalah salah satu komunitas Yahudi tertua, dengan sebuah sejarah yang berumur 3.000 tahun lamanya. Yahudi Iran terkonsentrasi di tiga kota, Tehran, Isfahan, dan Shiraz.
Sejumlah besar komunitas Yahudi di Iran menjalankan usaha kecil-keclilan dalam bidang perdagangan dan usaha eceran. Sejumlah Yahudi dipekerjakan oleh pemerintahan atau perusahaan milik negara.
Komunitas Yahudi di Iran telah mengadaptasi era elektronik dan memiliki situs internet khusus untuk membantu komunitas Yahudi Iran dalam menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan mereka. Para donatur untuk komunitas Yahudi Iran berasal dari luar negeri, dipimpin oleh Yahudi kaya asal Iran yang pindah dari Iran setelah terjadi revolusi, setiap tahunnya, dia menyumbangkan jutaan dollar kepada komunitas Yahudi Iran.
Sumbangan dana tersebut dipergunakan untuk mendanai biaya operasional 30 buah sinagog dan rumah sakit Yahudi di Tehran. Rumah sakit Yahudi tersebut dipandang oleh warga setempat sebagai rumah sakit yang berkualitas baik di Iran. Sebagian besar staf medisnya adalah Yahudi, dan keseluruhan biaya operasional rumah sakit tersebut mengandalkan pada donasi Yahudi.
Bulan Maret lalu, rumah sakit Yahudi tersebut bahkan mendapatkan sumbangan dana khusus, ketika ditelusuri, dana khusus tersebut berasal dari kantor presiden Iran Mahmud Ahmadinejad.
Masa Lalu Ahmadinejad
Rumah dari Mahmud Saborjhian muda tampak reyot dan tidak layak huni, tamannya sudah ditumbuhi oleh rerumputan liar dan dipergunakan untuk tempat bertenggernya ayam-ayam. Sumur tua yang dulu dipergunakan orangtuanya untuk menimba air minum telah berubah menjadi kering.
Hal tersebut adalah pemandangan masa lalu Iran. Namun bagi masyarakat Iran, pemandangan sekeliling di kota Aradan, yang terletak sekitar 80 mil di sebelah tenggara Tehran dan langsung berhubungan dengan jalur sutra, sangat berarti.
Kota tersebut adalah kota dimana presiden Iran, yang lebih dikenal dengan nama Mahmud Ahmadinejad, tumbuh dewasa. Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara.
Keluarga Saborjhian menyewa rumah dua tingkat sebelum meninggalkan kawasan miskin tersebut pada akhir tahun 1950an untuk mencari kemakmuran dan kehidupan baru di Tehran. Ahmadinejad kecil kala itu baru berusia satu tahun lebih beberapa bulan.
“Pindah dari desa ke kota besar adalah sebuah hal yang umum dan biasa terjadi di masa itu, sehingga orang-orang yang tidak ingin menunjukkan silsilah keluarga mereka memutuskan untuk mengubah nama keluarga,” kata Mehdi Shahhosseini, putra dari sepupu Ahmadinejad yang masih tinggal di Aradan.
Ahmadinejad memang berulangkali tertangkap basah tengah bertemu dengan para pemimpin Yahudi. Ahmadinejad memiliki hubungan yang harmonis dengan Yahudi. Semasa berada di New York, presiden Iran tersebut terlihat dengan antusias menyambut kedatangan sejumlah Rabbi Yahudi AS.
bukan terselubung

Cumi-Cumi Raksasa Dipamerkan di Museum London

_41381898_squid_nhm_203longMuseum Sejarah Nasional Darwin Centre London memamerkan seekor cumi-cumi raksasa yang terbesar dan terutuh di dunia pada Maret lalu, cumi-cumi (squid) raksasa itu terjaring oleh nelayan di sekitar perairan Kepulauan Falkland (Pulau Malvinas).
Cumi-cumi raksasa ini panjangnya 8.2 meter (28 kaki), dipamerkan di dalam sebuah rak kaca sepanjang 9 meter.
Cumi-cumi raksasa ini sangat langka, pernah dianggap sebagai bangsa ular di samudera, mereka hidup di kedalaman 200-1000 meter di bawah laut. Spesimen cumi-cumi raksasa yang utuh dan maha besar ini sangat jarang ditemui Bobot cumi-cumi raksasa ini dapat mencapai 1000 kg : cumi-cumi terbesar yang pernah ditangkap pada tahun 1880 panjangnya 18.5 meter, cumi-cumi itu ditangkap di teluk dekat New Zealand.
Peneliti dari Museum Sejarah Nasional menuturkan, bangkai cumi-cumi raksasa biasanya terdampar di pinggir pantai, atau ditemukan dari perut ikan paus. Karena itu, spesimen cumi-cumi yang utuh dan besar ini sangat jarang ditemui.
Persiapan memamerkan cumi-cumi ini membutuhkan waktu beberapa bulan lamanya. Pertama-tama staf peneliti butuh waktu 4 hari untuk mencairkan cumi-cumi. Karena ukuran cumi-cumi sangat besar, tetapi, cakar dan kumisnya sangat halus, agar supaya tidak merusak cakar atau kumis cumi-cumi ketika dicairkan perlu dikerjakan dengan sangat teliti dan cermat.
Peneliti terlebih dahulu memasukkan cumi-cumi ke dalam air, namun, mereka menutup kumis dan cakar cumi-cumi dengan es, kemudian untuk mencegah agar tidak hancur, mereka menginjeksi tubuh cumi-cumi itu dengan cairan formalin.
Selain itu, museum perlu mencari orang untuk memesan pembuatan rak kaca, dan rak kaca tidak hanya dapat memuat cumi-cumi raksasa tersebut, lagipula dapat menyimpan keutuhan cumi-cumi untuk riset di masa mendatang.
Museum memutuskan mencari bantuan seorang seniman yang terkenal dengan pameran bangkai binatang, dan orang itu adalah Jon Ablett . Dari seniman itu, museum berhasil menemukan perusahaan yang dapat membuat rak kaca khusus ini. Cumi-cumi itu sekarang dimasukkan ke dalam sebuah kotak kaca, dan di dalamnya dipenuhi dengan formalin. Bersama dengan 2000 lebih spesimen lainnya, cumi-cumi raksasa ini merupakan sebagian pameran Museum Sejarah Nasional.
bukan terselubung